Cara Membuat Brief Website: Panduan dan Template
Siapkan brief website dengan tujuan, audiens, fitur, konten, dan prioritas yang jelas. Gunakan template praktis untuk memulai diskusi proyek dengan tim.
barengin.id Editorial · 4 menit baca · Diperbarui
Brief website adalah dokumen yang merangkum tujuan proyek, calon pengguna, kebutuhan konten, fitur, dan batasan pengerjaan. Brief yang jelas membantu pemilik bisnis dan tim pengembang memiliki titik awal yang sama sebelum membahas desain atau biaya.
Kamu tidak perlu menguasai istilah teknis untuk menulisnya. Yang terpenting adalah menjelaskan kebutuhan dengan contoh konkret, menandai hal yang belum diputuskan, dan memisahkan kebutuhan utama dari keinginan tambahan. Berikut panduan serta format awal yang dapat kamu gunakan.
Mulai dari tujuan bisnis dan kebutuhan pengunjung
Tuliskan alasan website perlu dibuat atau diperbarui. “Ingin website modern” masih terlalu luas. Ubah menjadi kebutuhan yang dapat dibahas, misalnya “calon pelanggan perlu melihat layanan dan contoh karya sebelum meminta penawaran”.
Kemudian jelaskan pengunjung utama. Apa yang sudah mereka ketahui tentang bisnis, pertanyaan apa yang sering mereka ajukan, dan informasi apa yang dibutuhkan sebelum mengambil keputusan? Gunakan pengalaman percakapan dengan pelanggan sebagai bahan awal, tanpa mengasumsikan semua orang memiliki kebutuhan yang sama.
Tentukan tindakan utama yang ingin difasilitasi
Pilih tindakan yang paling relevan untuk tahap awal: mengirim brief, meminta jadwal konsultasi, melihat katalog, atau menghubungi tim. Tujuan ini membantu menentukan urutan konten dan penempatan tombol.
Sertakan juga apa yang terjadi setelah tindakan tersebut. Jika pengunjung mengisi formulir, siapa yang menerima pesan dan bagaimana tim menindaklanjutinya? Website perlu menjadi bagian dari proses bisnis yang bisa dijalankan, bukan hanya tempat menampilkan tombol kontak.
Susun daftar halaman dan materi
Daftar halaman tidak harus langsung final. Mulai dari kelompok informasi yang diperlukan, lalu tandai bahan yang sudah siap. Untuk bisnis jasa, kebutuhan awal dapat mencakup profil singkat, layanan, contoh karya, pertanyaan umum, dan kontak.
- Identitas: logo, nama bisnis, warna atau pedoman merek yang sudah ada.
- Teks: deskripsi layanan, cakupan pekerjaan, dan informasi kontak.
- Visual: foto, ilustrasi, video, atau tangkapan layar karya yang boleh dipublikasikan.
- Pengelolaan: siapa yang menulis, memeriksa, dan menyetujui konten.
Tentukan apakah tahap pertama membutuhkan satu halaman atau beberapa halaman. Jika belum yakin, gunakan panduan landing page versus website lengkap sebagai bahan diskusi. Untuk materi karya, lihat panduan menyusun portofolio.
Pisahkan fitur wajib dan pengembangan berikutnya
Tulis kebutuhan sebagai perilaku yang bisa dipahami. Contohnya, “admin dapat menambah artikel dan mengunggah foto karya” lebih jelas daripada hanya menulis “butuh CMS lengkap”. Jika ada proses khusus, jelaskan langkah dan siapa yang menggunakannya.
Kelompokkan kebutuhan menjadi wajib saat peluncuran, bisa menyusul, dan masih perlu dibahas. Pembagian ini membantu menyusun ruang lingkup yang masuk akal. Jangan menganggap suatu fitur sudah termasuk sebelum hasil diskusi dan penawarannya disepakati.
Sertakan referensi dengan alasan
Pilih beberapa contoh website yang relevan, lalu jelaskan bagian yang disukai. Apakah navigasinya mudah dipahami, penjelasan layanannya ringkas, atau portfolionya membantu menilai hasil kerja? Catatan ini lebih berguna daripada meminta tampilan yang sama persis.
Tuliskan juga hal yang ingin dihindari, seperti halaman terlalu padat atau video yang mengganggu pembacaan. Referensi berfungsi untuk menyamakan arah, sementara solusi akhir perlu menyesuaikan konten, identitas, dan kebutuhan bisnismu sendiri.
Format brief website yang bisa kamu salin
- Nama bisnis dan ringkasan layanan: …
- Tujuan utama website: …
- Pengunjung utama dan pertanyaan mereka: …
- Tindakan utama yang diharapkan: …
- Halaman atau kelompok informasi yang diperlukan: …
- Fitur wajib pada peluncuran: …
- Fitur yang dapat menyusul: …
- Materi yang sudah tersedia dan yang belum: …
- Referensi website beserta alasannya: …
- Target waktu dan kisaran anggaran: …
- Penanggung jawab konten dan persetujuan: …
- Hal yang masih perlu didiskusikan: …
Format ini merupakan titik awal, bukan kontrak atau daftar fitur otomatis. Setelah diskusi, ruang lingkup, hasil kerja, jadwal, dan tanggung jawab perlu dirangkum kembali agar semua pihak memahami kesepakatan yang sama.
Rencanakan pemeriksaan sebelum peluncuran
Masukkan kebutuhan pengujian ke dalam brief. Contohnya, navigasi harus dapat digunakan di ponsel, formulir menyimpan pesan dengan benar, tautan kontak menuju alamat yang tepat, dan admin bisa memperbarui konten yang disepakati.
Untuk kesiapan pencarian, minta judul halaman yang deskriptif, struktur konten yang jelas, gambar yang relevan, serta pengaturan indeksasi yang sesuai. Gunakan panduan SEO Google sebagai rujukan dasar. Kesiapan teknis membantu proses penemuan halaman, tetapi tidak menjamin peringkat tertentu.
Bawa brief ke diskusi pertama
Brief tidak harus sempurna sebelum dibagikan. Tandai asumsi dan pertanyaan yang belum terjawab agar tim dapat membantu meninjaunya. Informasi yang terbuka membuat diskusi tentang prioritas, konten, dan cakupan pekerjaan lebih produktif.
Jika ingin menyusun website bersama barengin.id, kirim gambaran kebutuhan melalui formulir diskusi proyek. Mulai dari tujuan bisnis dan materi yang sudah tersedia; detail pendekatan dapat dibahas pada langkah berikutnya.