Landing Page vs Website: Mana yang Cocok untuk Bisnis?
Kenali perbedaan landing page dan website lengkap, contoh penggunaannya, serta cara memilih struktur yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan bisnismu.
barengin.id Editorial · 4 menit baca · Diperbarui
Landing page dan website lengkap memiliki cakupan yang berbeda. Landing page biasanya berfokus pada satu penawaran dan satu tindakan utama, sedangkan website lengkap menyediakan beberapa halaman untuk kebutuhan informasi yang lebih beragam. Pilihan yang tepat bergantung pada tujuan bisnis, materi yang tersedia, dan cara calon pelanggan menemukan layananmu.
Sebelum menentukan desain, jawab pertanyaan ini: setelah membuka halaman, apa yang perlu diketahui pengunjung dan tindakan apa yang ingin kamu bantu mereka lakukan? Jawaban tersebut lebih berguna daripada langsung menentukan jumlah halaman.
Apa perbedaan landing page dan website lengkap?
Landing page adalah halaman tujuan yang dirancang untuk konteks tertentu, misalnya promosi satu jasa, pendaftaran acara, atau pengenalan produk. Isinya dapat panjang, tetapi urutan informasinya tetap mendukung satu tujuan utama. Tombol ajakannya bisa berupa konsultasi, permintaan penawaran, atau pendaftaran.
Website lengkap menghubungkan beberapa halaman melalui navigasi. Pengunjung dapat berpindah dari profil bisnis ke layanan, portofolio, artikel, dan kontak sesuai kebutuhannya. Landing page juga bisa menjadi bagian dari website lengkap; keduanya tidak harus dipilih sebagai dua solusi yang saling meniadakan.
- Fokus landing page: satu konteks, satu penawaran utama, dan jalur tindakan yang terarah.
- Fokus website lengkap: beberapa kebutuhan informasi, beberapa layanan, dan navigasi antartopik.
- Kebutuhan konten landing page: pesan penawaran, manfaat, bukti pendukung, dan ajakan bertindak.
- Kebutuhan konten website lengkap: informasi per halaman, struktur menu, serta rencana pembaruan konten.
Kapan landing page lebih sesuai?
Landing page layak dipertimbangkan ketika kamu ingin menjelaskan penawaran yang spesifik. Misalnya, usaha fotografi sedang membuka sesi foto produk untuk pelaku UMKM. Halaman dapat langsung menjelaskan hasil foto, cakupan layanan, contoh karya, proses pemesanan, dan cara meminta jadwal.
Pengunjung yang datang dari promosi tersebut tidak perlu membaca seluruh profil usaha terlebih dahulu. Namun, tetap sediakan identitas bisnis dan informasi kontak yang jelas agar mereka bisa menilai penawaran dengan cukup konteks.
Landing page juga membantu ketika materi awal masih terbatas. Mulailah dengan informasi yang sudah siap dan dapat dipertanggungjawabkan. Hindari mengisi halaman dengan klaim, testimoni, atau angka hasil yang belum memiliki dasar.
Kapan website lengkap lebih sesuai?
Website lengkap lebih masuk akal ketika bisnis memiliki beberapa layanan dengan penjelasan yang berbeda. Studio digital, misalnya, dapat membutuhkan halaman pengembangan website, pembuatan aplikasi, portofolio, dan panduan untuk calon pelanggan.
Pemisahan halaman membantu pengunjung menemukan informasi yang relevan tanpa harus menelusuri satu halaman yang terlalu padat. Tim juga dapat memperbarui artikel atau menambahkan proyek baru melalui panel admin.
Sebelum menambah banyak halaman, periksa siapa yang akan menulis dan merawat isinya. Halaman yang direncanakan dengan baik membutuhkan informasi yang jelas, bukan sekadar menu tambahan.
Apakah website lengkap selalu lebih baik untuk SEO?
Tidak otomatis. Banyaknya halaman bukan jaminan kemunculan atau peringkat di Google. Halaman perlu menjawab kebutuhan pembaca, memiliki judul yang menggambarkan isinya, dan dapat diakses mesin pencari. Website lengkap memberi ruang untuk membahas beberapa topik, tetapi setiap halaman tetap harus memiliki tujuan yang jelas.
Landing page juga dapat disiapkan untuk pencarian organik apabila isinya relevan dan dapat diindeks. Bedakan halaman yang memang ingin ditemukan melalui pencarian dengan halaman kampanye sementara. Susun keputusan indeksasi sesuai fungsi halaman, bukan sekadar mengikuti format website.
Untuk dasar pengelolaan konten, baca panduan awal SEO Google. Setelah publikasi, evaluasi berdasarkan kunjungan dan pertanyaan pelanggan yang benar-benar tercatat.
Cara menentukan pilihan untuk bisnismu
- Tuliskan tujuan utama: memperkenalkan usaha, menjelaskan satu penawaran, atau menerima permintaan proyek.
- Daftar pertanyaan yang sering diajukan calon pelanggan sebelum menghubungi tim.
- Kelompokkan pertanyaan tersebut. Jika ada beberapa kelompok yang berbeda, pertimbangkan halaman terpisah.
- Periksa materi yang sudah tersedia: teks, gambar, video, portofolio, dan informasi kontak.
- Tentukan penanggung jawab pembaruan serta ruang lingkup tahap pertama.
Contoh keputusan: bisnis dengan satu penawaran utama dan kebutuhan promosi yang terfokus dapat memulai dari landing page. Bisnis dengan beberapa layanan dan portofolio yang terus bertambah dapat merencanakan website lengkap. Ini contoh pertimbangan, bukan aturan yang berlaku untuk semua usaha.
Siapkan titik awal proyek
Setelah memilih arah, susun brief website yang jelas. Jika contoh karya menjadi pertimbangan penting bagi pelangganmu, pelajari juga cara menyusun portofolio sebagai studi kasus.
barengin.id dapat membantu meninjau tujuan, struktur informasi, dan fitur yang diperlukan. Mulai melalui diskusi kebutuhan website agar bentuk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis dan materi yang siap dikerjakan.